Minggu, 07 Mei 2017

Keluh Kesah Keluarga Napi Yang Kabar Dari Rutan

BANDARQ

Keluh Kesah Keluarga Napi Yang Kabar Dari Rutan
Narapidana yang kabur dari Rutan Klas IIB Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Dihimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati dan selalu menurut rumah secara rapat demi keamanan,  Namun keluh kesah para keluarga napi diungkapkan akibat pungutan liar atau pungli yang dilakukan petugas.

Pemicu larinya para napi berakhir kerusuhan dan berbuntut insiden kabusnya ratusan tahanan.Diunkapkan oleh Yusti yang selalu membesuk anaknya yang di dalam penjara namun tidak ikut dalam kerusuhan.

Yusti mengaku terpaksa membayar agar anaknya pindah kamar tahanan ke lantai satu karena kamar sebelumnya sangat penuh sesak. Menurut dia, motif pungli melibatkan "tamping" atau sesana tahanan yang dipercaya pihak rutan.

"saya membayar Rp 7 juta supaya anak saya pindah ke kamar tahanan korupsi lantai satu. Tapi tidak langsung ke pegawai rutan, mereka gunakan tamping untuk mengumpulkan uang," ungkapnya.

Yusti mengatakan kehidupan di dalam Rutan sangat memprihatinkan antara lain karena jumlah penghuni yang melebihi kapasitas. Semua kegiatan tahananmulai dari besuk sampai untuk menerima kiriman baju dari keluarga, juga harus membayar pungli pungli tidak hanya uang, melainkan juga rokok.
BANDARQ - Keluh Kesah Keluarga Napi Yang Kabar Dari Rutan
Bandarq - Hampir semua keluarga tahanan yang kini berkumpul di rutan juga mengeluhkan layanan buruk dan pungli di dalam fasilitas tersebut. Namun , kebanyakan dari mereka tidak mau dituliskan namanya karena alasan keamanan keluarga yang menjadi tahanan.

"Setiap kirim baju, diperiksa, kita harus bayar minimal Rp 20.000. Ada permbedaan bagi tahanan yang punya yabng mereka dapar fasilitas. Benar-benar tidak manusiawi, karena di dalam itu bukan pembinaan tapi membinasakan," keluh seorang ibu yang tidak ingin ditulis namanya. Bandarq

Seorang bapak menambahkan , kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung lama dan seakan didiamkan. Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat kasus kaburnya tahanan sebagai kesalahan warga binaan saja.

Komentar pedas juga di lontarkan beberapa nitizen soal kaburnya napi dari Rutan. Rutan yang kelebihan kapasitas hingga 1870 orang itu sudah melebihi data tampung yang hanya diperbolehkan 361 tahanan saja.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo mengatakan, kepolisian juga sudah menerima laporan dari tahanan yang ditangkap mengenai masalah pungli dan buruknya pelayanan Rutan Sialang Bungkuk.

Ia mengatakan polisi bisa saja turun tangan, namun lebih berharap ada pembenahan internal dari pihak Kanwil Kemenkumham Riau.

0 komentar:

Posting Komentar